Konferensi Akademik 2026

National Library Legislative Day 2026: Advokasi Perpustakaan di Pusat Kebijakan Publik

Setengah abad setelah pertama kali digelar, National Library Legislative Day (NLLD) kembali menjadi ajang penting bagi komunitas perpustakaan untuk mengangkat suara mereka langsung di Capitol Hill, Washington D.C. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung 25–26 Februari 2026 dan dirancang sebagai forum advokasi dua hari yang menggabungkan pelatihan, jejaring, dan pertemuan langsung dengan legislator serta staf kongres Amerika Serikat.


Apa itu NLD?

National Library Legislative Day bukan konferensi akademik biasa yang berkutat pada hasil riset atau makalah ilmiah. Ia adalah kegiatan advokasi kebijakan publik, tempat pustakawan dan pendukung perpustakaan bertemu pembuat kebijakan untuk menyampaikan pentingnya perpustakaan dan akses terhadap informasi di tingkat federal.

Acara ini digagas oleh American Library Association (ALA) melalui tim Advokasi dan Kebijakan Publik mereka, dengan tujuan membantu peserta:

·         Mendalami strategi advokasi yang efektif;

·         Membangun relasi dengan legislator dan staf mereka;

·         Menyuarakan isu-isu prioritas perpustakaan di pengambil keputusan.


Rangkaian kegiatan

NLLD 2026 terdiri dari dua kegiatan utama:

1.   Pelatihan Advokasi dan Jejaring (Hari ke-1, 25 Februari)
Peserta mengikuti sesi edukatif tentang teknik advokasi, berbagi pengalaman, dan diskusi dengan pakar kebijakan, semua bertujuan memperkuat pesan yang akan disampaikan kepada legislator.

2.  Hari Capitol Hill (Hari ke-2, 26 Februari)
Delegasi yang hadir melakukan pertemuan tatap muka dengan anggota kongres dan staf legislatif, menjelaskan isu-isu konkret seperti pendanaan perpustakaan, kebijakan akses informasi, dan dukungan federal terhadap layanan perpustakaan. 

Ini bukan sekadar “bertatap muka”, peserta dilatih sebelumnya, diberi materi advokasi, dan bahkan dipandu menggunakan aplikasi untuk mengatur pertemuan dan tindak lanjut mereka.


Mengapa itu penting? 

Advokasi dalam konteks perpustakaan seringkali dipandang tersier dibandingkan penelitian atau pengembangan kurikulum. Namun NLLD menunjukkan bahwa:

·         Kebijakan publik berdampak langsung pada layanan perpustakaan (misalnya dalam hal anggaran, literasi informasi, atau akses digital).

·         Pustakawan bukan hanya pemangku layanan teknis, tetapi juga aktor advokasi yang strategis dalam pembentukan agenda informasi publik.

·         Kegiatan seperti ini memperluas peran perpustakaan dari ruang fisik/ilmiah menuju ruang politik yang menentukan keberlanjutan ekosistem informasi


Siapa saja yang bisa mengikuti?

Meskipun acara ini terutama berlangsung di Amerika Serikat dan berfokus pada legislasi federal AS, pola pikir yang dibentuk bersifat universal bagi siapa pun yang berkecimpung dalam dunia perpustakaan dan informasi. Ini mencakup:

·         Pustakawan dan profesional informasi;

·         Akademisi ilmu perpustakaan dan mahasiswa;

·         Aktivis literasi dan advokasi informasi;

·         Pembuat kebijakan yang tertarik pada transformasi layanan pengetahuan.


Kesimpulan

NLLD 2026 adalah contoh bagaimana konferensi atau pertemuan di bidang perpustakaan dapat menghubungkan dunia profesional dengan ranah kebijakan publik. Ia menggeser narasi dari sekadar perturbaan akademik menjadi aksentuasi peran perpustakaan dalam struktur kebijakan nasional, serta menegaskan bahwa suara komunitas informasi harus terdengar di semua level pengambilan keputusan.


0 comments:

Posting Komentar